setelah selesai membaca sejarah nama panggilan nya kita beralih ke prinsip hidup, moto, dan hal2 kecil penulis yg biasa lakukan. PerTAMA-TAMA (per Terbit Arif MAali2 ) :D haha penulis akan membahas tentang prinsip, sebelumnya ada yang sudah mengetahui apa pengertian / makna prinsip itu ? menurut kamus besar bahasa Indonesia susunan, karangan, tompelan, buatan, ciptaan, dan apalah kawan-kawannya karya W.J.S poerwadarminta cetakan 1985 (penulis masih di alam ghaib) cetakan 1985 prinsip adalah dasar, asas (kebenaran yg menjadi pokok berfikir dan sebagainya) untuk menjalani kehidupan yg kadang membosankan dan membingungkan kita harus mempunyai sebuah dasar yg kuat karena seberat apapun meja yg penulis gunakan skrng untuk mengetik sebuah tulisan di meja itu terdapat dasar, atau kaki meja #baca dasar.
jika tidak mempunyai dasar maka robohlah meja tersebut begitu pula dengan kehidupan seberat apapun kehidupan kita skrng, jika mempunya dasar maka tidak akan seberat apa yg kita bayangkan. menuju prinsip penulis, penulis mempunyai prinsip dalam hidupnya yg bertuliskan demikian “tidak akan berhasil tanpa pengorbanan” tulisan ini singkat tapi padat, pekat, dan melekat di hati penulis. cieeee di hati kaya cinta aja di hati ,,,di hati penulis khususunya. dan umumnya untuk pembaca blog ini pertanyaannya mengapa penulis mengambil prinsip seperti itu ? jawabannya karena di dalam sebuah kehidupan tidak ada yg instan seperti dalam kartun doraemon pengen ini itu tinggal minta lain dengan kita yg di wajibkan untuk berusaha, ya wajarlah namanya juga manusia harus + wajib itu yg namanya berusaha.
setelah dari prinsip kita menuju ke OTO (warung nasi deket kosan penulis ) eh maksdunya moto, moto ya sekali lagi bukan motor, mengapa moto ga motor dan lain lain entahlah klo motor itu harganya belasan juta tapi klo untuk moto tidak ada harganya asalkan kita banyak pengalaman dan belajar dari kehidupan moto penulis yaitu “if there is a will there is a way “cie pake bhs inggris pdhl ulangannya d remed terus -__-, makna moto tulisan di atas kurang lebih demikian “jika ada kemauan pastilah ada suatu jalan ” implementasinya seperti ini jika kita ingin #baca kemauan, jalan-jalan ke eropa, maka jalannya itu banyak salah satunya dalah dengan kita kaya dulu baru jalan2, atau jalan2 di atas peta negara yg amat besar buatan kita sendiri silahkan pembaca pilih sendiri mau cara yg seperti apa. haha yg jelas penulis ga mau klo harus jalan2 di atas atlas buatan sendiri :P .
setelah kita berkutik di prinsip dan moto penulis akhirnya ingin bercerita tentang hoby kebiasan-kebiasaan yg penulis lakukan, pada dahulunya penulis memiliki hoby bermain sepak bola karena pd waktu itu cita2nya ingin menjadi pemain sepak bola eh setelah mengetahui banyak pemain sepakbola Indonesia yg minim gajinya maka hoby penulis pun terhenti. dan move on mencari hoby lain setelah mencari-cari hoby akhirnya ketemua juga nih si hoby dan ketemuanya di kamar mandi #astagfiruloh, hoby berikutnya dari penulis adalah bernafas, mengapa demikian karena tanpa nafas penulis tdk akan bisa menulis, tanpa nafas pembaca tidak akan bisa baca, dan pujangga tidak akan bisa merangkai kata, #asiiiiiiikkkk nih penulis *muji diri sendiri* XD haha
karena kekonyolan penulis dalam menentukan sebuah hoby akhirnya penulis lagi dan lgi moveon mencari hoby dan hoby terakhir yg dimiliki seorang penulis saat ini adalah eng ing eng “travelling” heiii para pembaca apa yg dmaksud dengan travelling? artinya adalah jalan-jalan iyaaaap bener penulis memiliki sebuah hoby jalan2 mengapa demikian karena penulis tidak mempunyai sebuah kendaraan, jikalau. Jikalau ya (JIka KaLAU) bukan Andilau (ANtara DI lema dan gaLAU ) cie penulis galau sma siapa sih -_-, jika penulis membawa kendaraan itu pun hanya milik orng tuanya -__-
Minggu, 27 Januari 2013
sejarah nampang penulis 2
Posted by Terbit Arif Maali on 06.25




0 komentar:
Posting Komentar